Sebatas Mengagumi
Matanya
bersinar indah bagai bintang, cahayanya dapat menerangi sudut-sudut kelam yang
bahkan tak mampu terjangkau oleh cahaya lain, sorotan matanya memberi kesan
yang berarti bila dipelajari, dapat memancarkan cahaya khusus yang membuat
semua orang jatuh cinta kepadanya dan dari sorot mata itulah yang menjadikan
dia istimewa.
Dia adalah seseorang yang selama ini
ku kagumi, aku selalu berharap senyuman indah itu bisa tertuju kepadaku, berharap
bisa berada disisinya membuat dia nyaman dengan semua pola pikirku. Tapi
sepertinya semua itu hanyalah imajinasiku saja. Aku jatuh cinta pada seseorang
yang hanya mampu ku gapai sebatas punggungnya saja. Seseorang yang sanggup ku
nikmati bayangannya dan tidak pernah bisa ku miliki. Hampir saja aku terbuai dalam
lamunanku, menjadi sahabat terdekatnya saja aku sudah sangat bersyukur. Secepat
kilat aku berusaha kembali kekenyataan
dan berfikir bahwa semua itu tak akan pernah terjadi. Aku hanya bisa
menatapnya dari jauh berharap cintaku abadi walau tak kuungkap.
Lambat laun aku merasakan ada keanehan
yang sering menghantuiku, aku merasa ada seseorang yang sedang memperhatikanku
dari kejauhan sana. Ternyata tuhan punya rencana yang indah untukku, seseorang
yang selama ini aku kagumi bahkan aku cintai tiba-tiba saja dia selalu
memperhatikanku, memantauku dari jauh. Apa ini perasaanku saja? Mukinkah ini
hanya fatamorgana? Tuhan, sungguh aku mulai gila karenanya. Tapi mengapa,
mengapa sepasang bola mata itu selalu mengikuti kemana arahku pergi?
Suatu ketika mataku dan matanya
bertemu. Aku melihat jelas sorot mata itu, seperti ada sesuatu yang ingin dia
katankan ada sesuatu yang dia sembunyikan tapi aku tak tahu itu apa. Selang
beberapa hari dia mulai mencoba mendekatiku, mencoba berbaur dengan duniaku.
Hari demi hari ku lewati dengan canda
tawa bersamanya, dan sampai suatu ketika ada moment disaat tiba-tiba saja dia
merangkulku. Rasanya jantung ini berpacu lebih cepat dari biasanya, bahkan jika
bisa aku ingin menghentikan waktu. Sebentar saja, agar aku bisa merasakan apa yang dia rasakan saat bersamaku. Aku ingin
tahu apakah dia juga mempunyai perasaan yang sama denganku. Aku dapat
merasakannya, itu bukan sekedar rangkulan biasa, bukan sekedar rangkulan
persahabatan. Aku merasakan ada sesuatu yang tidak bisa dia ungkapkan. Aku sangat
yakin dengan perasaanku ini, ada yang sedang terjadi tapi tak kumengerti. Aku
hanya bisa terdiam dan mulai mencoba memahami apa yang sedang terjadi.
Aku berharap perasaannya kepadaku bukan sekedar rasa
persahabatan biasa. Aku berharap bisa
menjadi wanita yang spesial dihatinya. Wanita yang mampu membuatannya bahagia.
Waktu terus berlalu, bulan berganti
bulan. Lambat laun semua kesenangan dan kebahagiaanku mulai sirna. Tiba-tiba dia
mulai menjauh dariku. Dia mulai menjaga jarak denganku. Apa yang sebenarnya sedang
terjadi disini? Ada apa dengannya? Aku mulai khawatir dengan keadaan ini.
Hatiku mulai rapuh kembali, butiran air mata ini tak mampuku bendung lagi. Aku
sungguh tak mengerti dengan apa yang sedang terjadi dan bila semua ini
dipikirkan , aku yakin logika takkan mampu berbaur dengan semua ini. Semua yang
kuharapkan sirna seketika, hati ini mulai hancur bahkan sudah mulai bersatu
dengan emosi yang tak terkendali. Tak ada lagi yang bisa ku perbuat sekarang.
Kabar membawakanku berita, berita yang makin membuatku menderita. Berita bahwa
dia sudah melabuhkan hatinya kepada orang lain. Dia kembali ke masa lalu, dia mencoba
untuk menggali kisah percintaannya yang sudah terkubur dalam-dalam.
Dan tiba saatnya dimana hari aku
mengerti semuanya. Dulu memang dia sempat mengagumiku bahkan dia sempat mulai
mencintaiku. Tapi dia tak mampu mengungkapkannya, dia takut untuk mengatakan
semuanya. Mengapa tuhan? Mengapa saat dia mulai mencintaiku bahkan ingin
memilikiku masa lalunya kembali muncul dan merebut semuanya. Dan yang lebih parahnya
lagi, yang tak habis pikir dengannya dia lebih memilih masa lalunya yang dulu
sudah melukai hatinya. Yang menjadi pertanyaanku adalah mengapa dia mencoba
mendekatiku bila akhirnya dia meninggalkanku dan pergi bersama orang lain?
Apakah aku hanya pelariannya? Pelarian dari mantan sebelumnya?
Sungguh aku takkan pernah bisa
mengerti ataupun memahami apa yang dia inginkan. Aku sempat kecewa, sempat
sakit hati, bahkan sempat menangis karenanya. Tapi apa yang bisa kuperbuat? aku
bukan siapa-siapa, aku tidak berhak mencampuri urusannya. Seandainya kau paham,
mengikhlaskan yang tiba-tiba pergi bukan hal yang mudah. Seseorang yang hadir
bagai bintang jatuh, sekelebat kemudian menghilang begitu saja sebelum tangan
ini sanggup menggapainya. Aku juga tak mampu mengungkapkan perasaan ini, aku hanya
bisa mengirimkanmu isyarat sehalus udara ataupun secepat butiran air hujan yang
jatuh ketanah. Walaupun begitu aku bersyukur, bersyukur karna dia pernah hadir
dihidupku dan aku pun pernah hadir dihidupnya bahkan namaku sempat terukir
didalam hatinya.
Biarkanlah aku menjadi perindu yang
tabah, yang mencintaimu dalam buliran air mata, merindukanmu dalam sejuknya do’a.
seharusnya dari dulu aku sadar, aku hanya sebatas pengagum rahasiamu. Dan
pengagum rahasia tidak akan pernah bisa mendapatkan seseorang yang ia kagumi.
Hanya sedikit dari mereka yang bisa, mereka yang bisa mendapatkan itu hanyalah
mereka yang berani jujur pada orang yang mereka kagumi, tapi aku lebih memilih
golongan yang tidak jujur dan tidak bisa mendapatkan itu. Karna aku bukanlah
termasuk orang yang berani untuk mengungkapkan sesuatu, mentalku belum cukup
untuk menghadapi semua itu. Aku lebih memilih mengalah dan aku harus bisa
menerima resikonya. Sampai saat ini aku
masih mencoba mengikhlaskannya, merelakannya bahagia walaupun tak bersamaku…
Apa ini kisah hidupmu tis? Hahaha menarik :D
BalasHapushahaha, asem lu!!
BalasHapusBagus cerpen kamu (Y)
BalasHapusBagus cerpen kamu (Y)
BalasHapus