TAHU DIRI
Hai, kau
yang disana..
Kita bertemu lagi, mungkin ini hanya sebuah
kebetulan atau memang takdirlah yang
mempertemukan kita. Tapi apakah kau masih mengingatku?
Sejak saat
itu ku berusaha menjauh bahkan menghilang darimu, tapi hari ini tuhan berkata
lain. Mungkin kita memang sudah ditakdirkan tuk bersama..
Sepertinya
tidak banyak yang berubah dalam dirimu, binar mata dan senyuman itu masih tetap
ada. Pertemuan ini membuat perasaan itu muncul kembali walau hanya sekejap, aku
tak bisa melupakan pertemuan pertama kita. Pertemuan yang biasa pada awalnya
dan berakhir dengan air mata penyesalan..
aku
mengenalmu pada saat acara sekolah, pada siang hari itu kau terlihat tampan
dengan kemeja biru, celana jeans coklat dan sepatu nike merah itu. Aku takkan
pernah lupa pertemuan pertama kita, hari itu rasanya aku ingin terus bersamamu.
Tak pernah aku merasa senyaman ini saat bersama seorang pria, tutur katamu dan
cerita-cerita hangat yang kau sampaikan begitu membuatku ingin terus bersamamu.
Kita lewati
hari itu dengan canda tawa, tak terasa tanganmu sudah lama menggenggam
tanganku, sampai akhirnya ada seorang wanita yang mengirimkanmu kabar bahwa ada
seseorang yang sedang menunggunya dengan keadaan kurang sehat. Raut wajah itu
berubah seketika, seperti ada belati yang sedang menikam jantungmu. Tampa
memperdulikanku kau pergi begitu saja.
Aku
mengikutimu sampai diruang kesehatan, hati ini hancur seketika, air mataku
mengalir begitu deras. Ketika mata ini sedang melihat seorang pria yang baru
saja kukenal dan baru saja ku menaruh perasaan kepadanya sedang membawakan
segelas air hangat kepada seorang perempuan yang sedang berbaring lemah
ditempat tidur. Mungkin itu adalah kekasihnya, terlihat dari pancaran mata
kedua insan tersebut. Ada rasa ke khawatiran dan rasa nyaman disitu. Hujan
mengantarkanku pulang, pulang dengan keadaan bimbang! Tapi Setidaknya ku pernah
mengenal seorang pria seperti dia
“
“Dev,
kakak kan udah bilang sama kamu tadi. Kamu gak usah ikut, kondisi kamu gak
sehat! Kamu bela-belain ikut cuma mau liat cowok brengsek yang udah ninggalin
kamu gitu aja! Pokoknya kakak gak mau tau, kamu harus pulang sekarang. Tadi
kakak telepon mama”
“iya kak,
deva salah. Maaf udah buat kakak khawatir”
“
Hujan tak
kunjung berhenti, tetapi ke khawatiran pun mulai mereda. Hari sudah menjelang
sore, matahari pun mulai kembali kekediamannya. Tapi satu hal yang membuat seorang
pria dari tadi mengitari kawasan sekolah dengan wajah penuh kebimbangan
“dimana
gadis itu? Baru saja ingin kukenalkan dengan Deva!”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar